Senin, 25 Januari 2010

GANGGUAN PERNAFASAN

Salah satu keluhan yang berhubungan dengan pernafasan yang sering ditemui adalah sesak nafas. Gejala ini terjadi pada hampir semua penyakit atau gangguan saluran nafas dan paru-paru, mulai dari batuk pilek biasa sampai penyakit paru-paru akut yang dapat berakibat fatal. Sebagai penolong pertama tidak mungkin untuk mengenali penyebab sesak nafas dengan tepat, mengingat hal inipun cukup sulit bagi seorang dokter di rumah sakit. Banyak faktor yang dapat menjadi penyulit pada keadaan sesak nafas termasuk keadaan yang mengancam nyawa seperti gagal jantung. Seperti pada semua kasus kedaruratan medis kemampuan penolong untuk melakukan wawancara dan pemeriksaan akan banyak membantu penderita. Gangguan pernafasan menyebabkan terganggunya proses masuknya oksigen dalam tubuh. Kasus medis yang terjadi pada saluran nafas memiliki gejala dan tanda umum yang sama. Irama pernafasan menjadi cepat disertai upaya bernafas, nafas terasa pendek dan udara terasa kurang. Kekurangan oksigen ini dapat menyebabkan timbulnya warna kebiruan pada kulit dan selaput lendir ( sianosis ).

Beberapa contoh gangguan pernafasan :

* Infeksi saluran nafas atas dan bawah.
* Edema paru akut.
* Penyakit paru obstruktif menahun.
* Pneumotoraks spontan ( udara dalam paru-paru karena kebocoran paru­paru ).
* Asma atau alergi.
* Sumbatan jalan nafas.
* Emboli paru.
* Hiperventilasi.

Penyakit tersebut di atas sangat sulit dikenali dan merupakan diagnosa medis. Contoh di atas hanya untuk membantu penolong dalam melakukan wawancara untuk mencari riwayat penyakitnya.

Gejala dan tanda :

* Sukar untuk menyelesaikan suatu kalimat tanpa berhenti untuk menarik nafas.
* Suara nafas tambahan.
* Tampak kerja otot bantu nafas.
* Posisi tripod ( segi tiga kokoh ), tubuh condong ke depan, tegak, ke dua tangan bertumpu pada lutut.
* Irama dan kualitas pernafasan tidak normal.
* Perubahan warna kulit ( pucat, kemerahan atau sianosis ).
* Perubahan status mental ( mengacau, gelisah ) dan lain-lain.
* Pada asma biasanya khas yaitu adanya bunyi mengi pada saat penderita mengeluarkan nafas dan batuk yang riaknya terkesan sukar keluar.
* Nadi cepat.
* Di Indonesia masih banyak ditemukan kasus tuberkulosa, penderita ini biasanya batuk darah.
* Bila disertai demam maka penyebabnya biasanya adalah radang paru-paru.

Penatalaksanaan :

1. Nilai pernafasan penderita apakan sudah adekuat, berikan bantuan nafas bila perlu.
2. Jaga agar jalan nafas selalu terbuka.
3. Letakan penderita pada posisi yang paling nyaman biasanya duduk tegak.
4. Bila ada berikan oksigen sesuai ketentuan.
5. Tenangkan penderita. Akibat kurangnya udara penderita merasa sangat tidak nyaman dan ketakutan, jangan menganggap kasar perlakuannya.
6. Bawa penderita segera ke RS / dokter / Puskesmas terdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar